Elitery ungkap alasan tahan dividen, fokus perluas bisnis AI dan keamanan siber

Diposting pada
banner 336x280

majalahkoran.com.CO.ID, JAKARTA — PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery memutuskan untuk tidak mendistribusikan dividen dari laba tahun buku 2025. Perusahaan memilih untuk menyimpan laba guna memperkuat pertumbuhan bisnis, khususnya dalam layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, serta perluasan pasar ke wilayah Asia dan Eropa.

Keputusan tersebut mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diadakan di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih guna memperkuat dasar bisnis dan mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

banner 468x60

Kepala Eksekutif Elitery Kresna Adiprawira menyatakan bahwa dana dari hasil reinvestasi akan digunakan untuk pengembangan teknologi, ekspansi pasar global, serta penguatan layanan berbasis AI dan keamanan siber yang menjadi prioritas utama perusahaan di masa depan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Elitery juga memperluas kehadirannya di Malaysia melalui perusahaan Elitery Global Technology Sdn Bhd. Menurut Kresna, tindakan ini menjadi dasar awal untuk rencana ekspansi yang lebih besar ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa.

“Langkah ini menjadi dasar awal untuk rencana perluasan yang lebih besar ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber secara global,” kata Kresna.

Selain mendukung pertumbuhan perusahaan, keputusan untuk tidak membagikan dividen diambil guna memperkuat cadangan dana likuiditas atau buffer uang tunai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan menganggap tindakan ini penting untuk menjaga fleksibilitas operasional sekaligus memastikan kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

“Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan operasional (going concern) serta menjaga fleksibilitas perusahaan di masa depan,” ujar Kresna.

Ia menjelaskan bahwa prospek bisnis Elitery pada tahun 2026 masih didorong oleh meningkatnya permintaan akan layanan keamanan informasi serta transformasi digital di berbagai bidang. Perusahaan juga melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang sebagai kesempatan besar untuk memperluas operasional bisnis.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Elitery mempercepat pengembangan layanan berbasis AI melalui platform Elipedia dan Elitementor, serta memperkuat layanan keamanan siber yang bersifat proaktif.

Menurut Kresna, posisi Elitery kini semakin kokoh karena menjadi satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP).

Selain itu, di awal tahun 2026 perusahaan juga meraih pengakuan AWS Migration Competency Designation yang menunjukkan kemampuan Elitery dalam layanan migrasi dan transformasi.cloud berstandar global.

“Perkembangan teknologi, khususnya di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan, serta perluasan wilayah menjadi prioritas utama kami dalam waktu mendatang. Kami berkomitmen untuk terus berkembang sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang mampu bersaing secara global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa,” kata Kresna.

Dari segi kinerja, Elitery mencatatkan laba bersih sebesar Rp33,72 miliar pada 2025, naik 30,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan usaha mencapai Rp462,86 miliar dan laba kotor meningkat menjadi Rp124,33 miliar.

Perusahaan juga mencatat peningkatan struktur keuangan yang ditandai dengan penurunan total utang sebesar 4,52 persen menjadi Rp138,65 miliar, sementara modal sendiri meningkat 17,84 persen menjadi Rp158,06 miliar.

Kresna menganggap bahwa dasar keuangan yang semakin kuat memberikan kesempatan lebih luas bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, serta meningkatkan kompetitif sebagai perusahaan teknologi asli Indonesia di pasar internasional.

“Kondisi keuangan yang semakin kokoh memungkinkan Elitery berada dalam posisi lebih baik untuk melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, serta meningkatkan kompetitif sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan standar layanan internasional,” ujar Kresna.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *